Laman

Jumat, 13 Maret 2015

Thanks GOD for My Husband

Kali ini saya mau cerita kronologi pertemuan saya dengan suami saya Bayu Elang Chriswanto. Ini salah satu kisah cinta favorit saya soalnya :p

Perkenalan kami sebenarnya terbilang unik.Saya dan suami ( mas Bayu ) sebelumnya tidak saling mengenal bahkan kami tinggal di pulau yang berbeda, saya di Kendari ( Sulawesi Tenggara ) dan mas Bayu di pulau Jawa ( Jogjakarta ). Sebelum mengenal mas Bayu, saya dekat dengan pria lain yang berbeda iman (sebut saja namanya BF)..saya tahu bahwa Allah menghendaki pasangan hidup yang seiman, tetapi waktu itu saya tidak tahu bagaimana caranya mengakhiri hubungan kami karena ada rasa tidak enak/ tidak tega bahkan juga takut kehilangan. Meskipun demikian saya selalu berdoa agar Tuhan sendiri bekerja dengan caraNya untuk mengakhiri hubungan kami (enak banget yaaak..jadian sendiri, giliran mo putus minta Tuhan bantu putusin hehe..).

Tuhan itu benar-benar baeeeek...di Kendari meskipun saya merantau sendiri, tapi Dia kirimkan sahabat-sahabat yang banyak membangun saya..(k'Nancy and her fam, Mita and her fam). Kedua keluarga ini begitu menerima saya seperti saudara mereka sendiri. Mereka berdua adalah rekan sekantor saya (di Kendari saya bekerja di salah satu bank swasta). Mereka prihatin mengetahui saya menjalin hubungan dengan pria yang tidak seiman.



Sahabat saya Mita yang lebih dulu mengenal mas Bayu, karena dia sama-sama orang Jogja. Mita dan keluarganya lah yang mengenalkan saya dengan mas Bayu dengan maksud ingin mutusin saya dengan si BF (xixixi...) Akhirnya saya dan mas Bayu bisa berteman baik waktu itu meskipun hanya jarak jauh. kami saling share dan dia lebih banyak jadi kakak buat saya.. Jujur saja saya tidak pernah memikirkan akan jadian tuh sama orang ini wkwkwkwk...mmmm...habis suaranya di telepon itu looh..medoook banget..lucu aja dengarnya..lucu dan ndak doyan saya..:p

Sampai suatu ketika, saya dan mita ikut KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani ) yang pembicaranya adalah ibu Indri Gautama. Beliau mengajarkan bahwa setiap orang percaya harus punya visi. punya tujuan hidup..waktu itu saya berketetapan bahwa visi saya adalah ingin melayani Tuhan (dengan cara apapun) dan saya sadar untuk mewujudkan visi ini, tidak bisa dengan si BF..saya butuh seseorang yang juga mengasihi Yesus dan punya visi yang sama, dan sekali lagi orangnya sudah pasti bukan dengan BF.

Malamnya pulang dari KKR saya seperti mendapatkan energi baru, dan energi ini juga yang memampukan saya untuk mengakhiri hubungan saya dengan BF malam itu juga. Sejak malam itu, saya mulai sangat serius berdoa untuk pasangan hidup saya kelak. Saya yakin kalau kita minta apa yang Dia kehendaki, pasti Dia kasih :) langkah yang saya tempuh cukup ekstrim waktu itu, selain memutuskan hubungan dengan BF, saya juga memutuskan semua komunikasi dengannya, saya tidak mau kompromi..takut lengah dan ingat2 lalu jatuh lagi kan..dan ternyata memang ini yang terbaik.

Suatu hari tanpa sengaja saya pengen dengarin lagu di kaset yang dulu dikirimin mas Bayu waktu saya ultah, saat sedang bolak balik kertas teksnya dan  ada kertas kecil yang jatuh ke lantai. Ternyata itu foto mas Bayu..waaaaah...ternyata orangnya manis toooh?? meskipun suaranya lucu :p makin semangat lah kami berkawan hahahahaaha...

Makin dekat, makin ada feeling dalam hati saya bahwa mas Bayu lah orang yang Tuhan sediakan menjadi pasangan hidupku kelak :) ternyata dia juga merasakan hal yang sama. singkat cerita, jadian lah kami..dan lucunya kami jadian sebelum bertemu langsung hahahahahah...( jangan dicontoh yaaa...) ini modalnya keyakinan aja akhirnya nekad pacaran sebelum bertemu :p saking berkesannya saya malah masih ingat tanggal dan jam kami jadian 10 September 2004 pkl 23.59 WITA ;D

Setelah menjalin long distance love selama 4 tahun (dan frekuensi bertemu hanya sekali setahun) akhirnya tanggal 1 Maret 2008 resmilah kami menikah! sungguh perjuangan yang panjaaaang...:)

Saat saya menulis blog ini, usia pernikahan kami sudah masuk tahun ke-7..thanks GOD...

Pelajaran yang saya petik dari kisah cinta kami :
1. Berdoalah sungguh2 untuk pasangan hidup..jangan bermain-main dalam hal ini.
2. Jangan pernah kompromi menjalin hubungan dengan orang yang tidak seiman. Ini bukan masalah agama 
   yaa..ada saatnya kita pasti pengen share dengan suami/istri kita tentang perjalanan kita bersama 
   Tuhan,bergumul dan menangis dan bersyukur bersama..berdoa dan baca Firman bersama..alangkah 
   timpangnya jika pasangan kita memiliki keyakinan yang berbeda.. Seiman bukan sekedar 
  seagama..seiman  berarti sama2 meyakini bahwa Kristus adalah Tuhan..sepakat hanya menyembah Allah 
  yang sama..dan hidup sesuai kehendakNya.
3. Sebagai wanita, perlu berdoa dan memilih calon suami yang memiliki kedewasaan rohani lebih daripada dirinya sendiri. Iya doong..suami kan kelak jadi imam keluarga. memimpin keluarga..terlalu besar harga yang akan dibayar jika memilih pria yang tidak dewasa rohani sementara si wanita sedang bertumbuh (lebih dewasa rohani).

Pernikahan kami tidak selalu berjalan mulus. Banyaaak kerikil tajam disana-sini, Tetapi Allah selalu menolong kami melaluinya bersama-sama. Pernikahan ini banyak sekali membentuk kami..

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi setiap pembacanya..
"Aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar